Skip to main content
Academically Reviewed

Berdasarkan penelitian Miriam Liss di Universitas Mary Washington.

Tes Pengasuhan Intensif (IPAQ)

Apakah Anda merasa bahwa mengasuh anak membutuhkan seluruh dedikasi dan energi Anda?

Tes ini didasarkan pada Kuesioner Sikap terhadap Pengasuhan Intensif (IPAQ), yang dikembangkan oleh Miriam Liss dan rekan-rekannya di University of Mary Washington pada tahun 2013. Tes ini dirancang untuk mengukur keyakinan dan sikap Anda mengenai pengasuhan intensif di lima dimensi utama.

Apakah Anda pernah merasa bahwa membesarkan anak harus menyita seluruh fokus, jadwal, dan energi Anda agar berhasil? Untuk mengikuti tes, masukkan jawaban Anda di bawah ini.

Pertanyaan ke-1 dari 25

Saya percaya bahwa secara umum ayah tidak sebaik ibu dalam mengasuh anak.

Tidak setuju
Setuju

Kembali Selanjutnya

Pengasuhan modern sering kali disertai harapan budaya yang tinggi dan tuntutan emosional yang intens. Untuk lebih memahami cara seseorang menghadapi tekanan ini, para peneliti Miriam Liss, Hannah Schiffrin, Valerie Mackintosh, Heather Miles-McLean, dan Margaret Erchull mengembangkan Kuesioner Sikap terhadap Pengasuhan Intensif (IPAQ) pada tahun 2013. Pengasuhan intensif adalah ideologi kontemporer yang memandang membesarkan anak sebagai upaya yang menyita seluruh perhatian, berpusat pada anak, diarahkan oleh para ahli, dan menuntut secara emosional. Alih-alih memperlakukan sikap terhadap pengasuhan sebagai satu sifat, IPAQ mengukur lima aspek berbeda yang menggambarkan cara seseorang memandang perannya sebagai pengasuh dan pengorbanan yang diperlukan untuk membesarkan anak.

Aspek pertama, Esensialisme Orang Tua, mencerminkan keyakinan bahwa ibu secara unik memiliki kemampuan untuk memberikan pengasuhan yang optimal bagi anak dan bahwa pengasuhan oleh ibu lebih baik daripada pengaturan pengasuhan alternatif. Dalam kehidupan sehari-hari, esensialisme yang tinggi dapat terlihat dari perasaan bahwa ayah atau pengasuh sekunder tidak dapat memberikan ikatan emosional atau pengasuhan yang sama, sehingga salah satu orang tua mengambil porsi tanggung jawab pengasuhan yang terlalu besar. Aspek kedua, Pemenuhan Diri sebagai Orang Tua, menggambarkan sejauh mana seseorang memandang pengasuhan sebagai sumber utama kebahagiaan pribadi dan kepuasan hidup. Orang yang memperoleh skor tinggi dalam pemenuhan diri memandang membesarkan anak sebagai pengalaman yang paling memuaskan dan bermakna, sedangkan mereka yang memperoleh skor lebih rendah menemukan pemenuhan diri yang sama besar atau lebih besar dalam karier, hobi, atau kegiatan pribadi.

Tiga aspek lainnya mengkaji tuntutan khusus yang dibebankan kepada orang tua dan anak. Stimulasi Anak menilai keyakinan bahwa orang tua harus terus-menerus mendukung perkembangan intelektual dan fisik anak melalui kegiatan terstruktur sejak dini, pengayaan pendidikan, dan kesempatan belajar yang terarah. Tantangan Pengasuhan mengukur sejauh mana membesarkan anak dipandang sebagai pekerjaan yang pada dasarnya melelahkan, sulit, dan mengorbankan diri, sehingga hanya menyisakan sedikit waktu untuk merawat diri. Terakhir, Orientasi pada Anak mencerminkan keyakinan bahwa kebutuhan, jadwal, dan keinginan anak harus selalu didahulukan daripada kebutuhan, jadwal, dan keinginan orang tua, dengan tetap memusatkan perhatian mental pada anak bahkan ketika secara fisik berjauhan.

Penelitian psikologis yang menggunakan IPAQ telah memberikan pemahaman tentang bagaimana keyakinan terhadap pengasuhan intensif memengaruhi kesejahteraan orang tua dan dinamika keluarga. Meskipun dedikasi tinggi terhadap pengayaan anak dapat mendukung kesempatan perkembangan yang positif, sikap pengasuhan intensif yang ekstrem sering dikaitkan dengan stres yang lebih tinggi, rasa bersalah sebagai orang tua, dan kelelahan. Penelitian menunjukkan bahwa ibu khususnya cenderung memperoleh skor lebih tinggi dalam esensialisme dan tantangan, yang dapat berkontribusi pada pembagian pekerjaan rumah tangga yang tidak setara dan menurunnya kepuasan hidup ketika kebutuhan pribadi diabaikan. Memahami profil Anda dalam lima aspek ini dapat membantu Anda merenungkan nilai-nilai pribadi, menetapkan batasan yang sehat, dan mengenali bagaimana norma budaya memengaruhi pilihan Anda dalam mengasuh anak sehari-hari.

Penanda perbandingan populasi yang ditampilkan pada grafik hasil Anda merupakan nilai perkiraan yang diperoleh dari sampel penelitian yang telah dipublikasikan menggunakan skala asli, bukan norma populasi yang telah divalidasi untuk tes daring khusus ini. Penanda tersebut dimaksudkan sebagai acuan umum untuk membantu Anda melihat perbandingan sikap Anda dengan rata-rata sampel yang umum dalam literatur akademik yang telah dipublikasikan, bukan sebagai peringkat yang tepat atas posisi pribadi Anda.

Harap diperhatikan bahwa tes ini hanya disediakan untuk tujuan pendidikan dan refleksi. Tes ini bukan alat diagnostik dan tidak dapat mengevaluasi kompetensi sebagai orang tua atau kesehatan psikologis. Penilaian ini didasarkan pada Kuesioner Sikap terhadap Pengasuhan Intensif (IPAQ), tetapi menggunakan butir pertanyaannya sendiri dan tidak berafiliasi dengan Liss, Schiffrin, atau peneliti maupun institusi asal mana pun. Jika Anda mengalami stres atau kelelahan yang signifikan terkait pengasuhan, pertimbangkan untuk menghubungi tenaga profesional kesehatan mental yang berkualifikasi atau konselor keluarga untuk mendapatkan dukungan.

Referensi

  • Liss, M., Schiffrin, H. H., Mackintosh, V. H., Miles-McLean, H., & Erchull, M. J. (2012). Development and Validation of a Quantitative Measure of Intensive Parenting Attitudes. Journal of Child and Family Studies, 22(5), 621-636.

Tes Pengasuhan Intensif (IPAQ)

Mengapa Menjalani Tes Ini?

1. Gratis. Tes Pengasuhan Intensif ini disediakan secara gratis dengan penilaian langsung.

2. Cara kerjanya. Anda menilai pernyataan mengenai peran dan harapan pengasuh, lalu jawaban Anda dinilai berdasarkan skala yang telah dipublikasikan untuk instrumen ini.

3. Kenali batasannya. Penilaian ini merupakan gambaran singkat berdasarkan laporan diri yang berguna untuk refleksi, bukan penilaian klinis atau diagnosis.