Berdasarkan penelitian Heidi A. Wayment, Regents' Professor di Northern Arizona University.
Quiet Ego Test (QES)
Seberapa seimbang dan penuh kasih pendekatan Anda terhadap diri sendiri dan orang lain?
Dikembangkan oleh Heidi A. Wayment dan Jack J. Bauer pada tahun 2017, Quiet Ego Scale (QES) mengukur sikap seimbang dan non-defensif terhadap diri sendiri dan orang lain. Daripada ego yang lemah atau merendahkan diri, ego yang tenang mencerminkan kematangan psikologis, kesadaran diri, dan koneksi yang penuh kasih.
Tes ini mengevaluasi bagaimana Anda menyeimbangkan kebutuhan Anda sendiri dengan empati terhadap orang lain di empat dimensi pertumbuhan dan kesadaran pribadi yang berbeda. Seberapa tenang dan tangguh Anda menavigasi dunia batin Anda? Untuk mengikuti tes ini, masukkan input Anda di bawah.
Pertanyaan ke-1 dari 14
Saya memiliki perasaan bahwa saya telah berkembang banyak sebagai pribadi seiring waktu.
| Tidak setuju | Setuju |
Kembali Selanjutnya
Quiet Ego Scale (QES) dibangun pada tahun 2017 oleh peneliti psikologi Heidi A. Wayment dan Jack J. Bauer untuk menyediakan instrumen empiris dalam mengukur cara berhubungan dengan diri sendiri dan dunia sekitar yang kurang berpusat pada diri sendiri dan sangat adaptif. Dalam literatur psikologi kontemporer, ego sering dikaitkan dengan pelestarian diri defensif, pencarian status kompetitif, dan peninggian diri. Namun, tradisi psikologi humanistik dan positif telah lama mengakui bahwa ego yang sehat dan matang tidak berlebihan dominan maupun merendahkan diri. Sebaliknya, ego yang tenang mewakili postur psikologis yang berlandaskan keseimbangan, kesadaran penuh, pertumbuhan pribadi, dan kasih sayang yang autentik terhadap orang lain. Wayment dan Bauer mengembangkan QES untuk menangkap identitas seimbang ini dengan mensintesiskan wawasan dasar dari penelitian kesadaran penuh, pengambilan perspektif empatik, teori perkembangan ego, dan orientasi prososial.
QES menilai empat aspek psikologis inti yang secara kolektif mendefinisikan ego yang tenang. Aspek pertama, Detached Awareness, menggambarkan kesadaran yang terbuka, penuh perhatian, dan non-judgmental terhadap pengalaman psikologis saat ini. Daripada bereaksi secara defensif atau impulsif terhadap ancaman yang dirasakan, umpan balik negatif, atau stresor sehari-hari, individu dengan detached awareness yang tinggi mengamati keadaan emosional dan pikiran mereka dengan objektivitas dan ketenangan. Aspek kedua, Inclusive Identification, mencerminkan rasa diri yang meluas yang mencakup manusia lain, makhluk hidup, dan komunitas yang beragam. Aspek ini memungkinkan individu merasakan ikatan kemanusiaan yang mendalam dan keterhubungan dengan orang-orang di luar lingkaran sosial langsung mereka, termasuk orang asing dan individu dari latar belakang budaya yang berbeda dari mereka sendiri.
Aspek ketiga yang diukur oleh QES adalah Perspective Taking, yang melibatkan kapasitas kognitif dan kecenderungan yang disengaja untuk keluar dari pandangan langsung seseorang dan membayangkan bagaimana orang lain mempersepsikan situasi tertentu. Kemampuan ini mengurangi gesekan interpersonal, meningkatkan empati, dan meredam bias yang melayani diri sendiri yang menyebabkan individu menganggap perspektif pribadi mereka secara inheren benar. Aspek keempat, Growth Mindedness, mencerminkan orientasi terhadap kehidupan sebagai proses berkelanjutan seumur hidup untuk belajar, evolusi pribadi, dan adaptasi yang konstruktif. Individu yang mendapat skor tinggi pada growth mindedness memandang tantangan kehidupan, pengalaman baru, dan kesalahan pribadi sebagai peluang berharga untuk pengembangan diri daripada sebagai ancaman langsung terhadap harga diri mereka.
Studi ilmiah yang meneliti QES menemukan bahwa individu yang menunjukkan karakteristik ego yang tenang secara keseluruhan lebih tinggi menikmati kesejahteraan psikologis, kepuasan hidup, dan kebahagiaan subjektif yang lebih besar. Penelitian menunjukkan bahwa ego yang lebih tenang berkorelasi dengan tingkat defensivitas diri yang lebih rendah, narsisisme yang berkurang, dan hubungan pribadi yang lebih memuaskan. Selain itu, individu dengan skor QES yang lebih tinggi menunjukkan ketahanan yang lebih besar saat menghadapi transisi kehidupan, stres, dan konflik interpersonal, karena mereka kurang bergantung pada validasi eksternal atau perlindungan diri yang kaku. Dengan menyeimbangkan kesadaran diri dengan empati terhadap orang lain, ego yang tenang mendorong baik kesehatan psikologis individu maupun perilaku prososial dan kooperatif dalam lingkungan sosial yang lebih luas.
Saat menafsirkan hasil visual Anda, harap dicatat bahwa penanda perbandingan populasi yang ditampilkan pada bagan skor adalah estimasi yang berasal dari kohort studi yang dipublikasikan, bukan persentil yang divalidasi. Indikator perbandingan ini disediakan secara ketat untuk memberikan konteks tentang bagaimana skor Anda selaras dengan rata-rata kelompok yang didokumentasikan dalam literatur ilmiah.
Penilaian diri daring ini dirancang secara ketat untuk tujuan edukasi dan refleksi diri dan tidak merupakan evaluasi psikologis formal, nasihat medis, atau diagnosis klinis. Tes ini didasarkan pada Quiet Ego Scale (QES) yang dibuat oleh Wayment dan Bauer; namun, situs web ini tidak berafiliasi dengan, didukung oleh, atau terhubung dengan penulis asli atau institusi akademis mereka.
Referensi
- Wayment, H. A. & Bauer, J. J. (2017). The Quiet Ego: Concept, Measurement, and Well-Being. In The Happy Mind: Cognitive Contributions to Well-Being. Springer International Publishing.
English
Español
Português
Deutsch
Français
Italiano
Polski
Română
Українська
Русский
Türkçe
العربية
日本語
한국어
ไทย
汉语
Tiếng Việt
Filipino
हिन्दी
Bahasa 