Berdasarkan penelitian Crystal D. Oberle, profesor di Texas State University.
Tes Ortoreksia (ONI)
Seberapa besar makan sehat yang ketat mengendalikan kehidupan sehari-hari Anda?
Obsesi pada makan bersih dapat dimulai sebagai upaya mencapai kesehatan, tetapi seiring waktu, aturan diet yang kaku dapat mulai mengganggu kehidupan sehari-hari. Tes ini didasarkan pada Orthorexia Nervosa Inventory (ONI), yang dikembangkan pada tahun 2020 oleh Crystal D. Oberle di Texas State University bersama rekan-rekannya.
ONI mengukur kecenderungan ortoreksia, menilai seberapa intens obsesi terhadap makanan sehat memengaruhi perilaku, kesejahteraan fisik, kehidupan sosial, dan keadaan emosional Anda.
Seberapa kaku aturan makan Anda? Untuk mengikuti tes ini, masukkan input Anda di bawah.
Pertanyaan ke-1 dari 24
Sebagai hasil dari jumlah waktu yang saya habiskan untuk diet sehat saya, saya telah menghabiskan lebih sedikit waktu daripada biasanya bersama keluarga atau teman.
| Tidak setuju | Setuju |
Kembali Selanjutnya
Ortoreksia nervosa mengacu pada obsesi tidak sehat terhadap makan makanan yang sehat, bersih, atau murni. Meskipun memperhatikan nutrisi umumnya bermanfaat, kecenderungan ortoreksia terjadi ketika aturan diet menjadi sangat kaku dan menuntut sehingga menyebabkan tekanan psikologis, kerusakan fisik, atau isolasi sosial. Daripada berfokus terutama pada berat badan atau kelangsingan—seperti pada anoreksia atau bulimia—ortoreksia didorong oleh obsesi terhadap kualitas, kemurnian, dan kontrol diet yang ketat. Untuk lebih menangkap pola ini, peneliti Crystal D. Oberle, Alessandro S. De Nadai, dan Acquilla L. Madrid mengembangkan Orthorexia Nervosa Inventory (ONI) pada tahun 2020. ONI dibuat untuk menyediakan ukuran modern yang baik secara psikometrik dan mampu membedakan antusiasme sehat terhadap kesehatan dari obsesi makanan yang mengganggu.
Penilaian ini mengukur kecenderungan ortoreksia di empat aspek utama: Perilaku, Gangguan Fisik, Gangguan Sosial, dan Emosi. Aspek Perilaku meneliti kebiasaan sehari-hari dan aturan kaku seputar makanan, seperti memeriksa label nutrisi secara kompulsif, menghilangkan seluruh kelompok makanan, atau menghabiskan waktu berlebihan merencanakan makanan. Gangguan Fisik mencerminkan konsekuensi tubuh yang dapat timbul ketika diet menjadi sangat membatasi, termasuk kelelahan, pusing, kekurangan nutrisi, atau gangguan pencernaan yang disebabkan oleh puasa atau pembersihan yang sering. Gangguan Sosial mengevaluasi seberapa dalam aturan diet mengganggu hubungan dan waktu luang, seperti menghindari makan bersama keluarga, menjadi terganggu selama pertemuan sosial oleh pikiran tentang makanan, atau mengalami konflik dengan orang terkasih mengenai kebiasaan makan. Akhirnya, aspek Emosi menangkap beban psikologis ortoreksia, khususnya rasa bersalah yang intens, benci diri, atau rasa kegagalan pribadi yang terjadi ketika melanggar aturan diet.
Penelitian psikologis tentang ortoreksia menyoroti bahwa kondisi ini ada di sepanjang spektrum, mulai dari preferensi diet ringan hingga pola kontrol kaku yang menguasai seluruh hidup. Studi yang menggunakan Orthorexia Nervosa Inventory menunjukkan bahwa kecenderungan ortoreksia yang lebih tinggi sering dikaitkan dengan kecemasan yang meningkat, sifat obsesif-kompulsif, dan perfeksionisme. Orang yang mendapat skor tinggi dalam kecenderungan ortoreksia sering mengalami beban kognitif yang tinggi, menghabiskan berjam-jam setiap hari untuk menganalisis kemurnian makanan atau khawatir tentang potensi kontaminasi. Penelitian juga menunjukkan bahwa pembatasan parah secara paradoks dapat mengompromikan kesehatan fisik, menyebabkan malnutrisi atau gejala fisik meskipun niat individu adalah mencapai kesehatan optimal. Memahami dinamika ini membantu memperjelas bagaimana keinginan awal untuk vitalitas dapat secara bertahap berubah menjadi sumber tekanan kronis.
Empat skor aspek dirangkum untuk memberikan profil keseluruhan kecenderungan ortoreksia Anda. Bersamaan dengan hasil Anda, grafik menampilkan penanda perbandingan estimasi dari sampel penelitian yang diterbitkan menggunakan ONI. Penanda ini mewakili estimasi populasi yang diskala ulang daripada norma persentil yang tervalidasi atau ambang diagnostik untuk penilaian daring ini. Oleh karena itu, mereka harus ditafsirkan sebagai titik referensi umum untuk membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan yang dilaporkan sendiri dibandingkan dengan rata-rata luas, bukan peringkat definitif kesehatan Anda.
Tes ini disediakan hanya untuk tujuan pendidikan dan hiburan. Ini bukan instrumen klinis atau diagnostik dan tidak dapat mendiagnosis ortoreksia nervosa atau gangguan makan lainnya. Skor tinggi menunjukkan keselarasan yang kuat yang dilaporkan sendiri dengan kecenderungan ortoreksia, tetapi hanya profesional kesehatan yang berkualifikasi yang dapat mengevaluasi gejala Anda dalam konteks penuh kehidupan Anda. Penilaian ini didasarkan pada Orthorexia Nervosa Inventory (ONI) tetapi tidak berafiliasi dengan C. D. Oberle, A. S. De Nadai, A. L. Madrid, atau institusi akademik mereka. Jika hubungan Anda dengan makanan menyebabkan tekanan atau memengaruhi kesehatan Anda, pertimbangkan untuk menghubungi penyedia layanan kesehatan atau spesialis nutrisi untuk panduan.
Referensi
- Oberle, C. D., De Nadai, A. S., & Madrid, A. L. (2020). Orthorexia Nervosa Inventory (ONI): development and validation of a new measure of orthorexic symptomatology. Eating and Weight Disorders - Studies on Anorexia, Bulimia and Obesity, 26(2), 609-622.
English
Español
Português
Deutsch
Français
Italiano
Polski
Română
Українська
Русский
Türkçe
العربية
日本語
한국어
ไทย
汉语
Tiếng Việt
Filipino
हिन्दी
Bahasa 