Berdasarkan penelitian J. Frei di Universitas California, Davis.
Tes Rasa Hormat terhadap Pasangan
Apakah Anda mendapatkan rasa hormat yang layak Anda terima dari pasangan?
Tes ini mengukur rasa hormat yang dirasakan: rasa hormat yang sebenarnya Anda terima dari pasangan romantis Anda. Peneliti hubungan J. R. Frei dan P. R. Shaver menemukan bahwa rasa hormat merupakan salah satu prediktor terkuat kepuasan hubungan, dan bahwa yang penting bukan hanya rasa hormat yang Anda berikan, tetapi juga rasa hormat yang dapat Anda rasakan saat menerimanya kembali.
Sebagian besar tes hubungan menanyakan bagaimana Anda memperlakukan pasangan. Tes ini menanyakan bagaimana pasangan memperlakukan Anda: apakah Anda didengarkan, didukung, dan dihargai, atau justru diabaikan pendapatnya, dianggap sepele, dan direndahkan. Apakah Anda mendapatkan perhatian yang sama seperti yang Anda berikan? Untuk mengikuti tes, masukkan jawaban Anda di bawah ini.
Pertanyaan ke-1 dari 20
Pasangan saya mendahulukan keinginannya sendiri daripada kebutuhan saya.
| Tidak setuju | Setuju |
Kembali Selanjutnya
Rasa hormat adalah salah satu penopang penting yang tidak banyak terlihat dalam sebuah hubungan. Ketika para peneliti meminta orang-orang menggambarkan seperti apa rasa hormat dari pasangan dalam kenyataannya, gambaran yang sama terus muncul: pasangan yang mendengarkan, menganggap serius pandangan Anda, mendukung Anda meskipun hal itu menuntut pengorbanan darinya, dan benar-benar mengagumi diri Anda. Frei dan Shaver, yang mengembangkan pengukuran laporan diri sistematis pertama tentang rasa hormat dalam hubungan dekat, menemukan bahwa rasa hormat yang dirasakan berkaitan dengan kepuasan hubungan dengan kekuatan yang kurang lebih sama seperti variabel apa pun dalam penelitian mereka.
Rasa hormat yang dirasakan tidak sama dengan cinta, dan justru itulah yang membuatnya layak diukur. Seseorang dapat merasa sangat dicintai tetapi tetap terus-menerus diabaikan pendapatnya, digoda melampaui batas kenyamanan, atau diam-diam ditempatkan di posisi yang lebih rendah dalam setiap keputusan bersama. Penelitian tentang rasa hormat dalam hubungan dekat menunjukkan bahwa orang mengenali pengalaman-pengalaman ini secara terpisah dari kasih sayang, dan bahwa kekurangan rasa hormat mengikis hubungan bahkan ketika cinta tetap ada.
Tes ini membagi rasa hormat yang dirasakan menjadi tiga komponen. Didengarkan mencakup apakah suara Anda dianggap penting: apakah pasangan mendengarkan, mempertimbangkan pandangan Anda, dan memberikan pendapat Anda tempat yang sungguh-sungguh dalam keputusan bersama. Didukung mencakup apakah kebutuhan Anda diperlakukan sebagai sesuatu yang penting: apakah pasangan hadir, menyadari keadaan Anda, dan menyediakan ruang untuk Anda. Dihargai mencakup penghargaan: apakah pasangan mengagumi Anda, bangga terhadap Anda, dan memperlakukan diri Anda sebagai seseorang yang layak dimiliki dalam hidupnya.
Mengapa rasa hormat yang dirasakan begitu penting? Salah satu alasannya adalah karena rasa hormat saling memperkuat dari kedua arah. Orang yang merasa dihormati cenderung berkomunikasi lebih terbuka, mengalah dengan lebih lapang, dan lebih bersedia berinvestasi dalam hubungan, sehingga pada gilirannya mereka lebih mudah dihormati. Orang yang merasa tidak dihormati mulai menghitung-hitung: mereka terus mengingat penghinaan kecil, menahan upaya, dan menganggap perilaku netral sebagai permusuhan, yang justru mengundang perlakuan yang mereka takuti. Para peneliti pasangan berulang kali mengamati bahwa penghinaan dan sikap meremehkan termasuk pola yang paling merusak dalam hubungan, sementara rasa hormat sehari-hari, didengarkan sampai selesai, didukung, dan dibicarakan dengan baik, secara diam-diam menghasilkan dampak sebaliknya. Mengukur posisi Anda adalah langkah pertama untuk menyebutkan pola tersebut secara terbuka.
Skor rendah perlu dibaca dengan hati-hati. Pasangan yang mendapat skor rendah pada pernyataan-pernyataan ini mungkin kurang perhatian, sedang stres, atau sekadar tidak menyadari dampak perilakunya, dan pola-pola tersebut sering membaik setelah dibicarakan. Namun, perasaan terus-menerus tidak didengarkan, tidak didukung, dan tidak dihargai patut dianggap serius: rasa hormat yang dirasakan merupakan salah satu petunjuk paling jelas tentang bagaimana sebuah hubungan sebenarnya memperlakukan seseorang.
Penanda perbandingan dengan populasi yang ditampilkan bersama hasil Anda adalah perkiraan berdasarkan penelitian yang telah dipublikasikan tentang rasa hormat dalam hubungan, bukan norma atau persentil populasi yang tervalidasi; penanda tersebut hanya disediakan sebagai gambaran umum.
Tes ini merupakan penilaian orisinal yang terinspirasi oleh penelitian yang telah dipublikasikan tentang rasa hormat dalam hubungan dekat; tes ini menggunakan pernyataannya sendiri dan tidak berafiliasi dengan atau didukung oleh para peneliti yang disebutkan di atas. Tes ini disediakan hanya untuk tujuan pendidikan dan hiburan, serta bukan merupakan nasihat hubungan atau psikologis. Jika hubungan Anda terus-menerus membuat Anda merasa direndahkan atau tidak aman, pertimbangkan untuk berbicara dengan konselor yang berkualifikasi.
Referensi
- Frei, J. R. & Shaver, P. R. (2002). Respect in close relationships: Prototype definition, self-report assessment, and initial correlates. Personal Relationships, 9(2), 121-139.
- Hendrick, S. S. & Hendrick, C. (2006). Measuring respect in close relationships. Journal of Social and Personal Relationships, 23(6), 881-899.
English
Español
Português
Deutsch
Français
Italiano
Polski
Română
Українська
Русский
Türkçe
العربية
日本語
한국어
ไทย
汉语
Tiếng Việt
Filipino
हिन्दी
Bahasa 